<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969</id><updated>2011-08-05T17:35:25.709+02:00</updated><title type='text'>aialdblog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-5461867257074370433</id><published>2007-05-06T19:38:00.000+02:00</published><updated>2007-05-06T19:44:04.948+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Just Go for It……&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;A little sincerity is a dangerous thing, and a great deal of it is absolutely fatal&lt;/em&gt; (Oscar Wilde)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar kalimat ini sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo saya coba menerjemahkan kalimat tersebut diatas dengan bahasa sendiri, mungkin akan seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sedikit berbuat baik, akan berbahaya, apalagi kalo terlalu baik akan fatal akibatnya. Yang sedang-sedang saja. Yang wajar-wajar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah emang yang paling enak adalah yang di tengah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang alim, sering-seringlah berbuat baik dan ikhlas karenanya. Dengan berbuat kebajikan, Allah telah menjanjikan untuk memberi reward yang entah darimana asalnya, pada saat yang kita pun tak pernah menduganya. Analoginya seperti mengisi botol air kebajikan yang lama kelamaan akan penuh dan rembesan air yang meluap akan mengenai kita juga akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kebajikan yang kita perbuat disalah gunakan oleh orang lain. Mungkin tendensi ini yang ingin ditekankan dari kalimat diatas, bahwa jangan terlalu baik (baca lembek). Orang kadang salah mengartikan bahwa seseorang yang terlalu baik akan gampang dimanipulasi oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya: Saya pernah baca e-mail yang menceritakan modus operandi kejahatan atas wanita yang alih alih pengen ngantar pulang seorang anak yang kelihatannya sedang tersesat di jalan, eh… tiba-tiba setelah siuman dari pingsannya mendapati dirinya habis digagahi oleh sekelompok pemuda yang tak dikenal. Heh…mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi…tak pernah ada kata cukup untuk mencoba berbuat baik. Tak ada kata fatal dalam kamus berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mencoba berhitung-hitung, tak ada jaminan bahwa amal kebajikan selama ini sudah cukup melampaui atau paling tidak mengimbangi dosa, kenakalan, keisengan, kejahilan yang telah dengan sengaja atau tidak dilakukan sejak penanda masa akil baligh hadir.  Ada orang yang emoh menjadi lilin yang menerangi sekitarnya karena dianggap seakan menyakiti diri sendiri, tapi bukankah itu lebih berharga daripada dianggap tidak memberi manfaat bagi sesama, bukan?&lt;br /&gt;Lantas hidup ini untuk apa kalo bukan untuk menjadi manfaat bagi sekitar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh perbuatan tidak senonoh seperti diatas semoga jangan lantas menjadikan diri surut untuk itu. Kalo perbuatan baik itu akan mendapatkan Reward dari-Nya, begitupun sebaliknya. Iya toh…..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Karena selama dunia ini berputar, akan selalu ada sisi hitam di balik sisi putih&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-5461867257074370433?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/5461867257074370433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=5461867257074370433' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/5461867257074370433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/5461867257074370433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2007/05/just-go-for-it-little-sincerity-is.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-6221432880246336512</id><published>2007-05-02T21:17:00.000+02:00</published><updated>2007-05-02T21:21:33.559+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;LUGU&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dari kita pasti pernah mendengar kata lugu. Spontan yang terpetik di benak kita adalah semua kata yang sejenis itu seperti imut, naif, polos, bagai tak berdosa,  atau bahkan diklaim sebagai singkatan dari lucu dan gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lazim digelari lugu umumnya adalah anak-anak kecil atau binatang peliharaan rumah . Dengan sorot yang umumnya polos, anak-anak kecil memang hampir mewakili seluruh elemen lugu itu tadi. Parasnya yang bak bidadari, sorot mata yang riang dan penuh pengharapan, dan sekaligus tanpa prasangka terhadap orang/makhluk lain, membuat orang lain merasa tak bosan untuk menatap.  Kalo ingin menggambarkan, kayak itu tuh…. Puss in Boots, si kucing yang maen di SHREK yang langsung pasang tampang lugu bin memelas saat dihadang musuh. Pas banget kayak itu tuh……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penempatan anak kecil sebagai makhluk yang lugu itu bukan tanpa sebab. Diakui atau tidak, pemberian gelar itu didasari oleh keyakinan bahwa anak kecil itu tak dapat dipungkiri adalah makhluk yang belum berdosa. Segala kata adalah fatwa, segala pikiran adalah kepolosan jiwa dan segala tindakan adalah spontanitas belaka. Mereka dipayungi oleh pandangan bahwa syak wasangka, iri, dengki, bohong atau sejenisnya adalah hal yang mustahil bagi mereka, kesebalikan dari dunia orang dewasa yang sangat ´berwarna´ dan lebih rumit.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ekspresi kaget adalah ekspresi yang sering kita lihat jika mendengar seorang anak dengan paras yang imut mampu mengeluarkan kata atau kalimat yang menyentakkan sang orangtua di depan orang banyak di siang bolong, dengan volume tinggi saat tak banyak kebisingan di sekitar (hemmm…… kurang apa lagi,ya? Oh ya….bonus kata jorok yang tak pantas didengar…cukup?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saudara-saudara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi bukan itu yang ingin saya soroti di tulisan bertopik LUGU ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat surfing di Youtube, saya tertarik melihat situasi saat seorang kontestan American Idol season 6 di tahun 2007 ini berinitial MD diklaim lugu namun bersuara dahsyat oleh sang juri, mendadak komentar miring bermunculan, meski tak sedikit pula yang bernada membela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kontra spontan mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ahh….. Itu kan bisa-bisanya dia aja….. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia dari babak audisi udah pake strategi pasang tampang memelas gitu biar bikin pemirsa jatuh hati, dan tak kemudian tak ragu untuk mengirim SMS atau menelpon demi memberikan dukungan suara baginya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gue jadi pengen nih ngeliatnya…..Pengen nampar tau nggak …Munaaaaaa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Yang bernada  pro kontan ngebalas:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Yang sirik tetaplah sirik. Orang mo sebagus apa juga, kalo emang bawaannya sirik nggak bakal jadi Nirmala……..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anjing menggonggong, kafilah jalan terus.&lt;br /&gt;Makin di atas, anginnya emang makin kencang. Emang doi suaranya mantabbb kok…….&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Enak aja…..doi tuh dari sejak sekolahan dulu orangnya emang keliatan lugu begitu. Makanya dari dulu cuman jadi backing vocal doang. Baru sekarang doi PD buat maju ikutan….. Hidup MD…..&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Yang lebih ingin saya soroti adalah rasa keterkejutan atau mungkin lebih tepatnya kesinisan kita saat melihat di jaman seperti sekarang ini jika melihat orang dengan bakat plus yang lugu. Kecenderungan yang sekarang terjadi adalah bahwa kita seringkali jadi memandang segala sesuatu dengan kacamata sinis dan menafikan bisikan untuk berbaik sangka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan segala fenomena yang terjadi di dunia ini, dimana hitam seringkali dapat dialihkan menjadi abu-abu atau bahkan jadi terlihat putih sama sekali, kenyataan bahwa masih ada orang dewasa yang lugu dengan segala kelebihannya dijaman ini bisa sangat menggelitik hati, menowel pinggang, menohok ulu hati.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seolah tak rela melihat orang yang punya kelebihan tapi tetap rendah hati bahkan cenderung introvert dengan kelebihan itu. So what….. Emangnya nggak mungkin, menjadi orang dengan bakat yang luar biasa namun tetap bisa cool ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cobaan untuk tetap rendah hati saat memiliki segala kelebihan itu pastilah lebih berat dibanding cobaan saat menghadapi kenyataan bahwa kita merasa tak memiliki sesuatu yang bisa diandalkan. Ada banyak contoh dimana orang disenangi saat masih ´biasa´ saja, tapi dijauhi orang saat berjaya, sebagaimana ada banyak orang yang tahan dicoba kemiskinan, tapi gagal saat dicoba dengan harta yang melimpah….  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-6221432880246336512?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/6221432880246336512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=6221432880246336512' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/6221432880246336512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/6221432880246336512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2007/05/lugu-semua-dari-kita-pasti-pernah.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-3716155825509467129</id><published>2007-03-12T17:19:00.000+02:00</published><updated>2007-03-13T11:58:02.727+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bom Waktu.......&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Waktu bagi kita semua adalah suatu yang paling berharga bagi hidup kita. Diakui atau tidak, meski kita semua tahu akan hal tersebut, kita kadang menyepelekannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Punya deadline, tapi diulur dengan alasan masih ada tenggat hingga batasnya harus ngumpul, biar lebih matang bla..bla... Pokoknya pake istilah &lt;strong&gt;kalo bisa diperlambat, kenapa harus dipercepat. Kalo bisa nyante kenapa harus harus kesusu...&lt;/strong&gt; jadi pegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua saya yakini karena kita tidak menyadari seberapa penting implikasi dari penundaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tanyakan pentingnya waktu setahun bagi orang yang pernah tinggal kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tanyakan seberapa penting waktu enam bulan bagi seorang pasien yang divonis oleh dokter hanya akan bertahan dalam kurun waktu itu. Terlepas dari kenyataan bahwa dokter juga manusia, dimana keputusan jatuhnya helai daun pasien dari pohon kehidupan adalah bukan ditangannya. Setiap detik yang dilewati akan sangat dirasakan olehnya. Kesempatan untuk selalu bersama dengan orang-orang yang dicintai tak akan dilewatkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau tanyakan pentingnya waktu dua minggu sebulan pada orang yang pernah gagal tes mengemudi (baca saya :-) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau tanyakan pentingnya waktu seminggu pada editor tabloid mingguan. Berita perkawinan diam-diam AL bisa jadi akan basi jika dikupas lewat dari tenggat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau tanyakan pentingnya waktu semalam bagi seorang pengantin baru yang ditinggal pasangannya untuk panggilan tugas. (Ada loh, yang kayak gini. Misalnya mantu pak SBY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan berharganya waktu sekian detik yang diluangkan oleh seorang officer wanita di Amerika yang memutuskan untuk memberi bantuan CPR bagi seorang jogger tua yang sudah dianggap mati oleh orang yang menemukannya. Sang officer hanya singgah untuk kembali meneliti detak nadi sang korban tabrak lari itu (yang hampir tak terdeteksi) dan tanpa pikir panjang langsung melakukan ritual bantuan pernafasan lewat mulut itu. Tak cukup semenit itu dilakukannya, lantas detak nadi bapak tua itu perlahan menguat dan bala bantuan medis JADI didatangkan untuknya. Keluarga sang korban kontan merasa sangat berterima kasih kepada sang penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;So.... It's up to us now&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tidak akan menunggu. Take it and grab all what you can do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Always try not to delay what you can do today&lt;/em&gt;, tebar kasih dan senyum untuk orang terkasih di hati kita, karena hidup kita sendiri adalah ibarat BOM WAKTU yang tak bisa ditunda meledaknya. Bahkan oleh &lt;em&gt;John Mac Clane (&lt;strong&gt;Die Hard&lt;/strong&gt;)&lt;/em&gt; sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-3716155825509467129?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/3716155825509467129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=3716155825509467129' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/3716155825509467129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/3716155825509467129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2007/03/bom-waktu.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-5328448724908450739</id><published>2007-02-08T01:23:00.000+02:00</published><updated>2007-02-08T01:32:32.952+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Don’t worry….Be Happy !!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma….. tiketnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, kan tadi udah diambil lagi ama Papa?&lt;br /&gt;(Upppsss….iya. Tadi ta’ taroh lagi diatas meja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke apartemen lagi, lari lagi, naik tangga lagi….. Wekkkk, rugi waktu, rugi tenaga lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di antar kita pernah atau sering mengalami hal seperti diatas. Ketinggalan buku pelajaran atawa PR padahal udah dalam bus menuju sekolah, lupa bahan presentasi untuk klien, atau ada yang gawat lagi, lupa kalo bawa mobil ke supermarket dan pulangnya naik kendaraan umum (weleh…weleh yang satu ini keterlaluan mah!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Insaanu mahallul khatha i wan nisyaan (Manusia itu tempatnya khilaf dan lupa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemmm iya sih. Kita juga manusia (yang ini sambil dinyanyikan pake melodi lagunya Serieus Band), ditakdirkan untuk tidak sempurna yang notabene hanya merupakan sifat sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin masalah Lupa, kata ahlinya lupa itu ada beberapa macam. &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mudah lupa (forgetfulness), &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amnesia, dan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demensia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mudah lupa&lt;/strong&gt; ini ditandai oleh tidak mampunya otak untuk mengingat kembali informasi yang telah ditangkap sebelumnya. (Entah udah menguap lagi, atau karena disimpan di sel yang mana, nyarinya dimana kali ya?). Apalagi kalo udah bicara usia, atau istilah kerennya age-associated memory impairment (AAMI) -mirip-mirip nama asosiasi yang memberi penghargaan di bidang musik nih-. Jadi umumnya bersifat fisiologis. Lemot masuk kategori ini juga kali, ya? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Amnesia&lt;/strong&gt;. Untuk yang ini, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Kemampuan berbahasa dan motorik lainnya yang sudah tertanam lama di otak memang masih berjalan normal. Hanya proses penerusan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang yang gagal sehingga informasi baru tersebut tidak dapat diingat kembali. Paling sering amnesia ini dimanfaatkan oleh orang-orang sinetron, semacam Tersanjung dkk. Kebentur atau kesenggol sedikit aja, sang pemeran utama langsung lupa arah pulang, nggak tau kalo punya keluarga, bla…bla… anda bisa ngarang sendiri lanjutannya. Baru sadar dari amnesia kalo kebentur lagi sekian tahun, dan tau-tau udah punya cucu disekuel ke 6…Walah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Demensia.&lt;/strong&gt; Ini adalah gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam memori. Terjadinya bisa karena kelainan di otak seperti gangguan vaskuler aka stroke dan degeneratif (sindrom Alzheimer) seperti yang menimpa petinju Legendaris Cassius Clay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan gue, tapi menurut para ahli lagi, berikut adalah faktor-faktor penyebab kita sering lupa:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Stress&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kehidupan yang sangat sibuk memungkinkan Anda manjadi pelupa," kata Dr. Abigail Sellen, salah seorang peneliti.&lt;br /&gt;Tekanan kerja, lalulintas macet, panjangnya jam kerja merupakan faktor pencetusnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara mengatasinya:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Gampang...Take it easy.....berusaha atasi masalah apapun (termasuk overload di kantor) yang sedang dihadapi dengan tuntas, dan sandarkan diri pada-Nya. Soalnya nggak ada masalah tanpa jalan keluar. Halahhh….gampang banget ngomongnya ya…. Ayolah…optimis dikit nape…? Kalo lalulintas macet…biarin aja, nongkrong dulu kek di kafe sambil baca blog dulu, atau cari shoot alias angle yang enak buat jadi bahan postingankalo lagi terjebak kemacetan, dsb. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;-Relaksasi untuk mengistirahatkan otak ternyata termasuk cara yang ampuh untuk mengatasi kejenuhan dan stress.  Tarik napas dalam-dalam, lalu meditasi, kemudian juga olahraga yang cukup, agar pusat2 memori otak dipenuhi oleh darah yang kaya oksigen. Tapi, yang terpenting adalah menghilangkan perasaan cemas dan jangan terlalu mempersoalkan masalah yang tengah dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Polusi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Berhubung tiap hari kira2 ada 100.000 sel yang mati dan regenerasinya tidak sebanyak itu, polusi udara secara langsung akan mempengaruhi kemampuan otak manusia. Rokok, limbah asap pabrik….you name it. Profesor James Reason dari Universitas Manchester mengatakan, timah hitam yang terdapat dalam bensin dan sumber-sumber lain dapat merusak inteligensia dan daya ingat anak-anak. "Memori seorang anak yang dalam masa pertumbuhan bisa rusak karena banyak menghirup zat beracun," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal ini diamini oleh Prof. Dr. Soemarno Markam, ahli saraf FKUI - RSCM. Menurut dia, polusi bisa menyebabkan perkembangan saraf otak terganggu. Ia memberi contoh orang-orang Rusia pedesaan yang hidup di lingkungan bersih. "Hingga usia 100 pun mereka tidak pikun," ujarnya.&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud menafikan masalah yang sering muncul dalam hidup ini, biar otak nggak lemot, nggak sering lupa, kunci utamanya cuma satu …..Don’t worry, Be Happy !!! &lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Dihimpun dari berbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-5328448724908450739?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/5328448724908450739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=5328448724908450739' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/5328448724908450739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/5328448724908450739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2007/02/dont-worry.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-117006662390561759</id><published>2007-01-29T12:17:00.000+02:00</published><updated>2007-01-29T12:30:24.766+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;A to tha L to tha G to tha I to tha E to tha R……&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jumat, 26/01/07&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Algier….. Yang teringat langsung si Zizou yang juga berarti si kucing putih dalam bahasa Prancis, secara di depan gue ada orang duduk di bangku pesawat, dan postur ama cukurnya mirip doi. Kali aja bener doi, mo ke Algier buat nengok moyangnya J, pikir gue. Waktu doi balik, ternyata bukan. Lumayan kann…kalo betul doi. Soalnya tuh orang minta pinjem pulpen buat ngisi arrival card. Hehh….batal deh minta autograph ato foto bersama. Arman…Arman….Zizou tuh kalo pergi kemana2 pake pesawat pribadi lagi…. Mana mau doi naik Alitalia kayak lu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum habis kagum gue dengan bandara Fiumicino tempat transit di Roma yang punya train penghubung dari Duty Free setelah security area menuju Boarding Gate yang jumlahnya bejibun, sekarang tiba di bandara Algier saya tidak mengharapkan akan menjumpai bandara yang cukup representatif juga. Ternyata emang `baru´ dibuka 5 July lalu – bertepatan dengan hari kemerdekaan mereka- setelah menjalani masa 20 tahun konstruksi dan menghabiskan 50 billion rupiah eh …dollar (cukup niat juga nih), dan sanggup menampung 2,3 juta penumpang.  Jumlah check in counternya sih gila….ada 63. Kalo salah informasi t4 check in, bisa lumayan gempor juga tuh kaki…. Tapi lucunya tempat cuci mata alias Duty Free Shop yang baru buka cuma 3, 2 diantaranya adalah kafe!!.  Modelnya nyontek dari bandara Frankfurt. Bandara Mohammed V Maroko ama Carthage Tunis tetangga mereka sekarang kalah keren dari yang satu ini. Tapi jangan takut Cengkareng dan Hasanuddin-ku !! Bagiku kalian adalah the most wanted airport to see whatsoever..he..he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah turun, semua plang ternyata hanya dalam huruf Arab gundul dan bahasa Perancis. Mulai dari Sortie sampai réclamation de bagages.  Dari satu sisi ini gue cukup salut, soalnya mereka turut ngambil (baca mewarisi) bahasa mantan penjajahnya dulu. Nggak kayak kita, yang sangat tinggi nilai nasionalismenya dan enggan mewarisi bahasa mantan penjajah kita dulu….Coba kalo tau persaingan global akan makin ketat seperti sekarang ini….mungkin sambil berperang dulu, pejuang kita akan sempatkan diri kursus Londo situ, dan ngajarin anaknya pade. Sekalian bisa jadi nilai tambah untuk jadi mata-mata demi mengetahui strategi mereka kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shuttle bus Hilton cuma makan waktu 10 menit untuk tiba ke pelataran hotel. Di jalan ada papan reklame dengan gambar plontos Zidane. Ternyata iklan operator telepon seluler NEDJM. Bunyinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nuhibbuha, wa nuhibbu man yuhibbuha….&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Artinya kira2: Kami menyukainya, sebagaimana kami menyukai yang menggemarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di hotel, Check in, minta kamar yang ada koneksi internetnya -biar gampang bikin laporan dan sekalian bisa browsing blog- , langsung mandi dan ganti baju. Yang mengherankan, di kamar Hotel Hilton di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini, gue sempet bingung nyari arah kiblatnya. Liat langit-langit, buka semua laci, nggak ada. di kamar mandi juga apalagi…Terpaksa minta bantuan Housekeeping untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuci muka, turun ke lobbi buat nunggu rekan dari Tunis untuk diskusi jadwal meeting keesokan harinya, trus langsung makan malam larut. Pilih yang cepat aja, Tanjine seafood, kayak gorengan isi seafood gitu sebagai appetizer, dan lamb skewer sebagai main coursenya.  Kita jadi tamu terakhir jam 12.00, untungnya nggak dimintai tolong nyusun meja dan kursinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung tidur malam itu setelah nelpon ke rumah ngasih dan nyari kabar adalah satu-satunya pilihan.  Apalagi channel yang berbahasa Inggris cuma EuroSport News.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sabtu, 27/01/07&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini semuanya berjalan alot sebagaimana sudah diprediksi. Besok, semoga semuanya lancar-lancar aja. Mo cepat pulang ajah. Nggak sightseeing juga nggak apa-apa, berhubung situasi Algier emang lagi (selalu) siaga karena civil war oleh militan yang baru relatif mereda setelah berlangsung satu dekade lalu. Tadi pulang dari kantor proyek, cuma sempat liat Martyr monument, tempat para martir pejuang kemerdekaan tanpa nama. Dari segi desain bentuknya tidak lebih bagus dari Monas. Terlihat sebagai tugu yang terdiri dari tiga batang pohon palem mengapit eternal flame.  Lalu ada Grande Porto, benteng di ketinggian dengan motif mozaik di dindingnya. Dari atas sini keliatan hampir seluruh wilayah Algier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mo kemana-mana di Algier disarankan harus ditemani ama yang tau lokasi. Di sudut2 jalan memang terlihat polisi siaga dengan senjatanya untuk menghindari acts of violence, indiscriminate attacks, bomb raids on villages or vehicle-jackings. Oh ya……pernah bahkan ada kejadian tertembaknya turis jerman yang mengendarai mobil tapi disangka oleh polisi adalah rebel atau imigran militant. Ternyata di Algier, kalo malam hari melewati jalan yang dijaga barikade polisi, pengemudi harus menyalakan lampu bagian dalam mobil, dan mematikan lampu sorot. Sang turis tersebut nggak tau peraturan ini, jelas aja menyalakan lampu sorot dan nggak menyalakan lampu bagian dalam mobil. Dia pikir ngapain juga mobil di depannya jalan kayak akuarium…. Diperingati doi nggak ngeh….akhirnya ditembaklah sang turis. Tragis heh……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ahad, 28 Jan 2007&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meeting terakhir berjalan cepat tanpa hambatan. Pukul 13.45, menit taxi yang kami tumpangi meluncur ke bandara. Habis check di counter 1A, waktu masih tersisa 2 jam sebelum jadwal terbang 17.35. Dufree buat cuci mata baru 4 yang buka, 3 diantaranya adalah café. Rencana beli merchandise Algier ‘gatot’ karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O ya….Sempat ada kejadian menegangkan gua di airport. Secara saat security check in sebelum boarding, petugas yang bertugas ternyata jeli melihat kalo masa berlaku visa Algier gue baru efektif tanggal 3 Feb nanti. Lho…kok…gue nggak ngeh, apalagi petugas yang menstempel paspor gue saat masuk dua hari yang lalu. Gue lantas ingat kalo waktu ngajuin aplikasi visa tgl 21 Jan lalu, gue nulis kira2 tgl keberangkatan adalah 3 Feb. Soalnya informasi dari bagian visa kantor, bilangnya visa baru selesai sekitar 10 hari dari pendaftaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas gue coba ngeles…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Come on man, anyway I’m leaving this country, and I was not involved in any of criminal acts during my stay….&lt;/em&gt; (Iyalah…orang baik ini!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipanggillah olehnya sang supervisor. Diskusi sebentar dalam bahasa Arab, sempat gue nangkap maksudnya kalo sang supervisor bilang bahwa itu kan bukan salah petugas dia, jadi sekarang biarin orang keren ini pergi, dan lu stempel, dan kasi catatan kalo visa itu harusnya berlaku mulai 3 Feb…. Gua langsung senyum dan ngacungin jempol ke dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK…stempel….Takk…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru jalan beberapa langkah, sang supervisor manggil lagi. Mr. Saleh!!!! Uppss ada apa lagi nih, pikir gue. Ternyata doi mo nanya… Emang lu bisa bahasa Arab? Gue jawab…iya…tapi sedikit ajah…. Oh….doi lalu ketawa, dan bilang &lt;em&gt;Maas salamah&lt;/em&gt;….Lalu gue jawab &lt;em&gt;Ilal Liqo'&lt;/em&gt;….   Ahhh ta’ pikir apa tadi, kirain mo minta tandatangan dan foto bersama….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Moral of the Story:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kalo liat orang gundul dari belakang, tujuan Algier, itu belum tentu orbek (baca Zizou). Kali aja…ordinary Pak Ogah yang bakalan minjem pulpen lu…hehe…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalo jalan ke negeri orang, cari informasi sebanyak2nya, formal ataupun non formal -biar selamat nggak kayak turis diatas- meski anda bepergian tidak dengan mas Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Oh…ya cek masa berlaku visa anda, biar nggak ketar ketir di airport saat pemeriksaan kayak orang keren diatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-117006662390561759?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/117006662390561759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=117006662390561759' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/117006662390561759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/117006662390561759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2007/01/to-tha-l-to-tha-g-to-tha-i-to-tha-e-to.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-116828238483137349</id><published>2007-01-08T20:32:00.000+02:00</published><updated>2007-01-08T21:15:10.626+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saya penjaja kue semprong, bukan pengemis...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah cerita/e-mail yang insyaallah merupakan kisah nyata dan diforward oleh seorang teman di IDTG (Indonesian Dubai Tennis Group), dan pernah diposting juga oleh &lt;a href="http://yuniargo.multiply.com/journal/item/43"&gt;http://yuniargo.multiply.com/journal/item/43&lt;/a&gt;. Judulnya sama, dan isi tidak ditambah apalagi dikurangi. Semoga bermanfaat bagi diri sendiri pada khususnya, dan pembaca blog ini pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Saya penjaja kue semprong, bukan pengemis...&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semalam saya keluar dari Ranch Market jam 20.30. Hujan deras. Petugas Ranch Market setengah berlari mendorong trolly berisi barang-barang belanjaan saya. Saya juga berlari-lari kecil menjajari langkahnya menuju mobil. Saya membukakan bagasi dan petugas memindahkan barang-barang belanjaan saya. Seorang penjaja kue semprong mendekati kami. Memang setahu saya banyak penjaja kue semprong disana menjajakan barang dagangannya dengan sedikit memaksa. Karena terlalu biasa saya tidak mengacuhkannya, apalagi di hujan deras seperti ini. Setelah memberikan tip saya masuk mobil,namun masih saya dengar ucapan penjaja kue semprong tersebut, 'Bu, beli kue semprongnya untuk ongkos pulang ke Tangerang". Didalam mobil saya berpikir saya kasih uang saja karena penganan yang saya beli di supermarket sudah cukup banyak,bagaimana jika tidak ada yang menghabisinya. Nanti jatuhnya mubazir. Saya memang lebih suka dengan para penjaja kue seperti ini ketimbang pengemis. Pelajaran berharga yang pernah saya dapat dari mantan bos saya sembilan tahun lalu..... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Masih teringat ucapannya ketika itu kami berdiskusi di kantor."Coba kalau ada penjaja makanan atau barang dan pengemis di lampu merah mana yang kamu berikan uang?, tanyanya. Belum sampai kami menjawab, ia berkata lagi"pasti yang kamu berikan uang si pengemis itu dan penjaja makanan atau barang itu kamu acuhkan". Secara serempak kami mengiyakan. "Coba pikirkan lagi, si pengemis itu pemalas tidak bermoral, kenapa kita kasih uang, sementara si penjaja makanan ataupun barang punya harga diri, dan pastinya secara pribadi lebih baik dari si pengemis, lalu kenapa kita tidak membeli barang dagangan si penjaja makanan atau barang tersebut? Teman saya nyeletuk,"karena kita ngga butuh". Mantan bos saya bergumam,"Ya betul karena kita tidak butuh".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Obrolan itu begitu singkat, tapi begitu mengena di hati saya.Beliau membuka mata hati saya untuk lebih bijaksana dalam melihat suatu persoalan, bukan hanya berpikir praktis saja. Dan sejak itu saya lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan atau barang di jalanan dibandingkan para pengemis.....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Penjaja jual kue semprong itu masih dengan setia menanti disisi mobil saya. Saya menghela nafas. Bukan karena tidak rela berbagi rejeki tapi karena menyesali banyak sekali penganan yang sudah saya beli tadi. Akhirnya saya membuka kaca, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Pak, saya tidak mau beli kue semprongnya,tapi kalau bapak saya beri uang mau tidak?". &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tidak dinyana penjaja kue semprong itu menggelengkan kepalanya dan pergi dengan cepatnya dari sisi mobil saya. Saya tersentak dan menutup kaca jendela,hujan mengguyur deras dan membanjiri sisi kaca dalam mobil saya karena berbicara dengan si penjaja kue semprong. Beberapa detik saya kehilangan daya ingat saya,karena tidak menyangka ucapan yang keluar dari penjaja kue semprong tadi. Sembilan tahun saya telah lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan ataupunbarang dibanding pengemis. Sesekali jika saya tidak butuh barang mereka,selalu saya ucapkan kalimat tadi, dan hampir semuanya tidak pernah menolak pemberian saya. Baru kali ini ada yang menolaknya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Baru kali ini ...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hujan mengguyur makin deras dan saya masih terpaku di mobil, terbayang ucapannya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"untuk ongkos pulang ke Tangerang.."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;sementara total nilai belanjaan saya tadi mungkin bisa untuk ongkos pulang Bapak penjaja kue semprong selama tiga bulan.Tersentak saya mencari-cari bayangan penjaja kue semprong tadi ditengah kabut dari derasnya hujan, terlihat pikulannya ada di pinggir teras sebuah toko tutup. Penjajanya duduk dibawah dengan muka pasrah. Saya mundurkan mobil menuju kearahnya. Kembali saya buka kaca jendela sebelah kiri ditengah guyuran hujan dan menjerit,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;'Pak, memang harganya berapa ?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ia menyebutkan sejumlah harga yang sangat murah. Akhirnya saya katakan,"ya sudah deh beli satu". Dia membawa kue semprong pesanan saya di dalam plastik. Sampai di mobil, saya serahkan uang, dan dia bengong karena saya tidak menyerahkan uang pas. Saya tau dia pasti bingung memikirkan kembaliannya, tapi dengan cepat saya katakan,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"kembaliannya ambil buat Bapak saja". Dia bengong."ambil saja Pak, ini rejeki Bapak, memang hak Bapak". &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dia meneguk ludah, sebelum sempat dia mengucapkan apa-apa saya langsung menutup kaca mobil dan pergi. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tiba-tiba air mata ini mengalir deras melebihi derasnya hujan diluar sana. Kalau Bapak itu tidak menerimanya, saya tidak tahu seberapa sakitnya hati saya,karena didalam rejeki saya ada hak mereka termasuk hak Bapak penjaja kue semprong itu. Tiap bulan memang selalu saya sisihkan buatmereka, tapi mengetahui bahwa saya telah memberikan betul- betul kepada orang yang berhak menerimanya, betul betul kepada orang yang berhati mulia, dan betul- betul kepada orang yang membutuhkannya, betul- betul membuat saya merasa hidup saya begitu bermakna dan saya sangat bersyukur atas rahmat-Nya. Ditengah leher saya yang sakit sekali karena tercekat, saya berdoa kepada Allah agar Bapak penjaja kue semprong tersebut dan keluarganya diberikan rahmat, kemurahan rezeki dan kemudahan hidup oleh Allah. Dan saya bersyukur atas segala rahmat dankemudahan hidup yang diberikan Allah kepada saya dan keluarga saya. Hujan masih deras mengguyur kaca mobil. Mudah-mudahan hujan cepat reda supaya bapak penjaja kue semprong tadi bisa pulang tanpa kehujanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Moral of the story menurut gue :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat rebut kesempatan untuk berbuat baik. Begitu hati kita tergerak, segeralah lakukan kebajikan itu, sekecil apapun kemampuan kita. Momentum yang ada jangan sampai hilang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut anda sendiri??????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-116828238483137349?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/116828238483137349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=116828238483137349' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116828238483137349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116828238483137349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2007/01/saya-penjaja-kue-semprong-bukan.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-116802828841417695</id><published>2007-01-05T22:17:00.000+02:00</published><updated>2007-01-05T22:18:09.286+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;MANFAAT LAIN BLOG &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu Aan ultah yang ketujuh. Tante Niken &lt;strong&gt;(Thanks ya Alza)&lt;/strong&gt; ngasih kado berupa paket permainan, ada kartu memori, kartu UNO, ama Die Ritter von der Haselnuß (The Knight of Hazelnut). Yang kesebut belakangan ini baru liat, dan petunjuk permainannya cuma dalam bahasa Jerman. Berhubung bahasa Jerman gue lumayan payah, gue bilang ama Aan kalo nanti bisa minta bantuan papanya Alza buat nerangin cara permainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha pagi ini karena telat bangun dan terburu2 berangkat, gue lupa bawa petunjuk permainan itu untuk dimintai penjelasannya dari Donnie. Pulang kantor, langsung ditagih lagi ama dia. Waduh..... berhubung udah janji, dan nggak bisa ngeles lagi soalnya ini udah akhir pekan, akhirnya gue berinisiatif nyari di internet lewat Google &lt;strong&gt;(Thanks Google)&lt;/strong&gt;. Alhamdulillah ada yang bisa main dan kepikiran posting di Internet teknis permainannya&lt;strong&gt;(Thanks Klaus and Goldsieber)&lt;/strong&gt; seperti dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Die Ritter von der Haselnut&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;by Klaus Teuber&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;published by Goldsieber&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bits:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1 Board&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;4 Squirrel Knights&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;4 Scoring markers&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1 die&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;56 cards (24 robber cards, 32 hazelnut cards)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;On the board, a path is depicted. Next to each of the 8 spaces lies a Hazelnut bush. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;On the upper left and lower right there is a storage tree. You get points toward your Knighthood for depositing hazelnuts there. First player to get their coat of arms wins.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;There are two types of cards:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nuts: &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;On most cards, there is a hazelnut. If you find a nut, you turn it faceup before you. The more cards turned in at a hazelnut place, the more points you get.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Robbers: &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;There are 3 robber cards, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Max Martin, Leo Lynx, and Fritz Fox. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;If you turn up one of these cards, place it back on top of the stack you just took it from. Whoever can remember the robber can later use them for points.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Setup:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Shuffle the cards and deal a stack of 7 onto each shrubbery. Each player gets a knight and a scoring stone. The scoring stone starts on the space with an arrow. The knight starts on any free space. Only one knight may start on each space.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The youngest takes the die and starts. Go clockwise from there.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Turn: &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;On your turn, roll the die and move your knight. The knight may be moved in any direction as long as he does not retracce his steps. More than one knight may share a space, and you may pass other knights freely.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Take a card:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Take the top card of the nearby hazelnut shrub. If it is a hazelnut, turn it up before you. If it is a robber, try to remember the robber, and place it face down on top of the stack.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Knowing robbers:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;If a player knows what robber another player has just pulled off the stack, he may shout out the name of the robber. The robber must be called by name. This is only allowed until the next player has rolled his die. If a player calls the correct name, he gets two points. If several have called the name, only the first player to do so gets the two points. The player who turned up the called robber loses his nuts from fright. He returns them to the box. If a player calls the robber, and is wrong, he goes back two spaces. If several players call incorrectly, only the first go back. (House rule. though not specified in the rules, we play that the incorrect call invalidates any following correct call.) Once a player has called, the robber card is removed from the game. If no one calls, the robber goes back on top of the stack.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Storage Tree:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;If you move onto a tree by exact count, you may save nuts in the tree. You get as many spaces 1,3,6, or 10 as listed on the chart. You may not sell more than 4 nuts at a time.Shrub without cards:If the shrub has no cards, your turn ends.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;End of the Game:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The game ends as soon as two shrubs are without cards. Player with the highest score wins. The game also ends if a player reaches the end of the scoring track. That player wins immediately.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tactics:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Avoid spaces where players put back robbers. Remember the robbers you draw.Two or three cards are usually enough nuts to go sell. Otherwise, you can be too risky with your nuts.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk permainan udah ada, sekarang tinggal dimainkan saja. Kesananya pasti masih ada pertanyaan dari si Aan. Tapi ya.... main dululah sesuai dengan kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..........................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..........................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..........................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lagian.... tujuan utama gue posting ini di blog ini kan.......secara....di laptop gue belum diinstall Windows Office (Thanks lagi buat Donnie udah minjemin CDnya). Mohon maaf buat yang terlanjur baca. Enggak manfaat banget alias rugi udah melototin ya,....he...he....Tapi buat gue, ini salahsatu manfaat kehadiran blog.....bisa jadi sarana penyimpanan data sementara.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-116802828841417695?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/116802828841417695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=116802828841417695' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116802828841417695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116802828841417695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2007/01/manfaat-lain-blog-dua-hari-yang-lalu.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-116792003916025674</id><published>2007-01-04T16:13:00.000+02:00</published><updated>2007-01-04T16:16:24.316+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Disneyland Paris (part Two)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fhiuhh....finally I got that crush to finalize this task. Just to avoid that it won't be stuck some where in my brain any longer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;06 Nov 2006&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The day two after having breakfast (which was excluded from the room charge), we five were heading to Disney bus stop just in front of the hotel gate. The duration was every 20 minutes, fair enough to wait for. The cozy and comfortable buses are compliment from Disney Land and Disney Hotels owners for those tourists occupying the hotels and intended to visit the 'cartoon heaven'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It took five minutes from our hotel to reach Disney gates. From far you could already see the famous Mickey head. The kids were even more excited by seeing it. We -I mean I as the group leader :-) decided to take complete day tour for both Disney Studios and Disney Park, and started to go to the Studios first, since the park had a later closing time. Later on I found out that it was surely not enough to visit both places in only one day. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The studios consisted of several halls so called studios, and presented several Disney movies and also behind scenes shootings. Studio One was presenting the clips of recent Disney animation movies including Lightning Mc Queen aka CARS - narrated by Owen Wilson (animation movie directed by John Lasseter and happened to be one of animation box office in Hollywood history beside The Lion King) and happened to be the favorite figure of Aan. He was watching those clips very cautiously. On one session, the moderator could even chat and shout to the playing cartoon figures. It was amazing how they make use of technology. We were also drawing some cartoon pictures and put the papers carefully on a wheel and then swing it. The static drawn bird suddenly moved the wings and flew...... The basic principle of animation....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We were having lunch in the only available food hall, which only serve pizza, burgers and all those kind of fast foods. Fine enough to throw away the coldness of 5 degrees and our hunger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being full with the food, we then joined tram tour around the studios, viewed some backgrounds of Disney movies including Roman empires. Interesting was when we experienced like being in an earthquake situation, where the tram stopped near a blowing trucks and water flood came onto it. The fire was hot (of course) and Dinda’s jacket was barely wet from the water spray. The train was also juddered / shaken as if it was affected by the turmoil. It was quite a fun though, even for an old Spanish man who sat behind us and screamed ear-splittingly at that time. Funny thing to see was that Disney movies’ cartoon figures playing hide and seek from corner to corner with the visitors for being tired of taking photographs and giving autographs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Around 3 pm we were down to the park and welcomed by the parade of fairy tales figures, from Aladdin with the magic lamp and flying carpet, Beauty and the Beast, Jasmine, Toy Soldiers, Snow White and the seven dwarfs, etc. Riding Jumbo Elephant, Flying Carpet, and also Teacup were enough for me, but not for the kids. We did not manage to play the Space Mountain Rollercoaster (where people were sitting in a capsule and shot by catapult and drove through a rapid distance in an absolute darkness) since the kids were way underage. But we (and Mr. Buzz LightYear) did have a nice score in a space X-Ray war against the Evil Emperor Zurg and his soldiers to protect the Galaxy. Heading back to Hotel at 10.00 pm was the end of that day journey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;07 Nov 2006&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The clock showed 10.30 when we reached Marney La Valley train station. Eiffel was our destination, and visiting an old friend of mine Rangga, native Toraja girl married to Mr. LeMoing eight years back and lived in Paris since then on.&lt;br /&gt;Hit Paris at 11.30 we were invited for a nice lunch by the host and the hostess. Chicken curry, fried tahu, and tumis kangkung were the hot serving. Yummy…thanks Ga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From far the tower seemed like betting people to climb its 15.000 metal construction. Built in 1889 and designed by Gustave Eiffel – also co builder of Liberty statue – Eiffel tour needed at least two hours should anybody wanted to reach the tower, especially in a still peak season. Statistic noted that it was visited by ca. 30.000 people in a day. Ckckckckc…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Considering the cold wind, we were not so interested to do so, moreover by seeing the queuing people from both sides (stairs and lift). Besides, it was way too late to get over the top of this ca. 300 mtr tower. We were only riding carrousel, eating chocolate crepe while walking through the cozy side of Seine River and scenery of green Champ de Mars and Trocadero Park. I just sighed and remembered:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Voir Paris et mourir&lt;/em&gt; (see Paris then die…).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-116792003916025674?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/116792003916025674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=116792003916025674' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116792003916025674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116792003916025674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2007/01/disneyland-paris-part-two-fhiuhh.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-116670782407091132</id><published>2006-12-21T15:08:00.000+02:00</published><updated>2006-12-22T10:26:07.840+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;VALUE FOR FOOD / MONEY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ok…Ok… I know that I still owe myself (or you?) to write the sequel of previously Disneyland story. I promise myself that it will be released very soon. Otherwise I will forget the ‘benang merah’ of the story. Right , Niken and Pus???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But this article I’m about to post is too ‘hot’ to write. It is not as ‘hot’ as the video clip of YZ and ME, but in terms of that it burnt my head, hurt my feeling, and ripped my pocket. Nahhhhh &lt;em&gt;&lt;strong&gt;tripleX&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; kan jadinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s about our Perlach canteens (1, 2 and 3) or so called Perlach casinos in Deutsch. Almost all employees go there to have their lunch. They open from about 11.00 am till around 13.30. They were actually nice from the architecture wise that they look like ones of those LEGO boxes from your son’s collection, or when you talk about ambiance preference. It was also not far ....ummm…like a-thrown-away-stone from our working place. I mean it would not hurt your leg so bad, even in this winter time. But pleasssssseeeee….do not ask me about the available daily menu. ACDB - &lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;hhh &lt;em&gt;&lt;strong&gt;C&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;apek &lt;strong&gt;D&lt;/strong&gt;eh &lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;oooo……nyulik istilah Zeverina pengelola KoKi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You could hardly remember when was the last time you had your lunch there with a nice menu that suit your appetite. It was not only my opinion, but was also shared by other colleagues of mine, or the colleagues of my colleagues, who had been joining the company and been going to those canteens. Not that I was expecting Rendang or Sayur Asem completed with Tempe Goreng and Perkedel jagung or other lovely Indonesian food (hmmmmm they were so yummmy just by thinking of them) would be served there. I can still count on my moderate tongue..... But at least, &lt;strong&gt;please&lt;/strong&gt; be more (but not so) &lt;strong&gt;explorative&lt;/strong&gt; with those menu. They surely seem not so good at it. I never have that excited feeling while walking to them, wondering how would the food taste be, as I can download their weekly menu from the Internet. Moreover that pleasant emotion driven by full tummy and happy tongue after coming out. Jauhhhh....itu mahhh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(If you do not like it…simple...why you DO still eat there, Arman....go to other places! said me, ignorantly)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What a silly question pal… Name it…I’ve been to MacDo or Asiatisch Restaurant in Neuperlach Centrum (two minutes by TrainU5 or Bus 192) when this 'eneg' feeling came up. But how far I could go...coba? Contractually, we only have one hour to spend for lunch and rest - not including posting and blog walking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bisa aja kan…gue balik nanya…… kalo mereka nggak becus ngurusin menu, ngapain-mereka-masih-ngotot-ngelakuin-juga??? He..hee… mo apa lu!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Taste is a relative thing to discuss with someone else, but at the same time it could also be judged as a common opinion when more than (let’s say) 100 people (rather) agree on one statement. You would still doubt if AA 'X' told you that the favorite menu of Wong Solo Restaurant is very delicious (i.e. Ayam goreng poligami..he…he?). But when more people like your friends and relatives were also telling you the same, wouldn't you be so curious to dine in with yourself?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I could just have an opportunity to meet with someone(s) who is in charge of those canteens operations, I would love to propose the following suggestions:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Look at those uninterested face of employees before and after they took their lunch. Be aware that it might be coming from their deep feeling of your offered food. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Be more explorative with the menu.!!!! Grilled fresh fish is nothing without saffron rice …and not KousKous that was also served the day before!!!!! I do not hate KousKous eventhough it looked like ‘ampas’ coconut dibubuhi kunyit. But yesterday’s KousKous? Please dehhhh….&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Don’t you ever try to compare your menu with other Siemens canteens such as in Tolzer Strasse, MartinStrasse or Hoffmannstr.? Theirs are not only more delicious but also CHEAPERRRRRR…CHEAPERRRRR and CHEAPERRRRRR.........&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Daripada gue cuma ngomel berdua ama Donnie..... it might be more effective by posting it. How I wish one of those people is also blogger and accidentally read this post. Puass rasanya keluar nih uneg-uneg, dan mereka bener baca. Phiuhhhhhhh......... Or, read it or not paling nggak kesel gue udah tertumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t they know??? Should they have nice menus to offer to their valued customers (especially me)………I would not be so desperate to find other training schedule in other Siemens area which means I'd got reason to get rid of those canteens for several days?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I do realize that it would not be so nice complaining of food you (eventually) eat. Ungrateful feeling is always in it, and your humbleness will fade away. But again….as a buyer and a human being, isn’t it natural/legally acceptable/normal/reasonable to expect &lt;strong&gt;VALUE FOR FOOD / MONEY&lt;/strong&gt; wahai pengelola kantin??????? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-116670782407091132?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/116670782407091132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=116670782407091132' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116670782407091132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116670782407091132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2006/12/value-for-food-money-okok-i-know-that.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-116472829170028615</id><published>2006-11-28T16:39:00.000+02:00</published><updated>2006-11-29T12:15:24.030+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Disneyland Paris (part One)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pernah merasakan bepergian jauh dengan jumlah anggota keluarga yang banyak? Maksudnya, beranggotakan anak-anak kecil atau malah bayi? Hmmmm…. bisa dibayangkan pasti merepotkan sekaligus menguji urat kesabaran anda. Segala plan yang sudah disusun sebelum perjalanan hampir bisa dipastikan akan melenceng. Mulai dari list perlengkapan bawaan (yang ini bertambah banyak), jadwal keberangkatan dari rumah (ini molor) hingga obyek wisata yang dituju (ini pastinya berkurang atau jadi lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terjadi pada saya saat bersama keluarga (mein Ehepaar, 2 kinder, dan 1 baby), alhamdulillah banget berkesempatan mengunjungi negaranya Francois Mitterrand. atau negeri tempat Anggun C.Sasmi sekarang berkarir dan bermukim, atau negeri romantis tempat Eiffel I’m in Love di-shoot, atau you name it….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H-nya (From word ‘Hari’, as England say D Day (D for Day/Date), or T Tag in Deutsch) tanggal 05 November 2006. Ramalan cuaca untuk tiga hari ke depannya cukup menjanjikan ‘kesejukan’. Sat Ein Weather menampakkan ‘Misty weather’ max.07 C dan min 1C. Lumayanlah, daripada gerimis mengundang atau bahkan hujan lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ini memang sudah diagendakan 2 bulan sebemlumnya. Berbagai aji mumpung jadi bahan referensi liburan kali ini. Mumpung bisa boyong keluarga kesini setelah sebelumnya dua tahun ‘berpisah’, mumpung lagi ada paket murah dari Condor, mumpung order kerjaan kantor lagi sepi, bla…bla…bla. Konfirmasi tiket pesawat dan bookingan hotel via internet sudah jauh-jauh hari dikantongi. Mungkin karena sudah mendekati musim winter, tiket pesawat dan kamar sukses digebet dengan total ‘hanya’ sekitar 500 Euro buat kami sekeluarga. Hmmm lumayan. Apalagi seminggu sebelum Hari H-nya, pihak penerbangan menginformasikan bahwa pesawat pergi dan pulangnya dialihkan ke Lufthansa. Acikkk 3x……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena melibatkan banyak ‘pihak’, maka otomatis persiapan buat bepergian jauh / liburan ini memang butuh ekstra persiapan juga. Kalo biasanya untuk perjalanan dinas sendirian aku cukup mempersiapkan koper beberapa jam sebelum berangkat ke bandara, maka kali ini semua prosesi atawa ritualnya sudah harus dimulai semalam sebelumnya, biar nggak keteteran. Popok masuk, obat2an ikut, kinder toys (biar mereka nggak bete) juga turut. Ujung-ujungnya semuanya masuk ke satu koper besar, satu koper kecil buat hand luggage. Ini belum termasuk dengan tentengan masing-masing karena si Aan dan Lala ngotot bawa tas punggung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah terbangun pukul 05.00 pagi hingga semua pasukan siap, sisa waktu sebelum pesawat take off sangat mepet, hanya tinggal satu setengah jam lagi. Memilih U Bahn ama S Bahn yang siap mengantarkan ke airport berkonsekuensi makan waktu satu setengah hingga dua jam. Terlalu riskan untuk memilihnya, karena tiket murah seperti ini nggak bisa di re-schedule. Jadi…daripada-daripada, lebih baik - lebih baik. Extra 50 Euro untuk biaya taksi tak terduga dari Petuelring ke Josef Strauss Munich Airport pun keluar tersendat-sendat dari kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di airport Terminal 2, ruang terminal tampak ramai meski di saat cuaca dingin seperti pagi ini. Antrian tampak teratur dan lancar, karena terdapat 7 counter yang membuka pelayanan check in, termasuk 5 untuk &lt;em&gt;economy class&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Here are our tickets, as well as our (lovely green Indonesian)passports&lt;/em&gt;…”kataku petugas di belakang meja check in saat tiba giliran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;LH9233 to CDG Paris? Is this really planned for flying? Can you please check in on that flight info board?”&lt;/em&gt; balasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan…jangan sekarang dong surprisenya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;It is right on that board, boarding for 10.30&lt;/em&gt;!” seru gue yakin ( dari tadi emang udah liat kok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Can you tell me why you ask me such question&lt;/em&gt;?” penasaran gue bertanya balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;We had yesterday two passengers converted from Condor who could not fly to Paris as the flight time was rescheduled! I guessed you are lucky today!&lt;/em&gt;” katanya tanpa mengalihkan pandangan dari layar komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiket murah nggak boleh protes pak. &lt;em&gt;Beggars can’t be choosers, but sometimes they are also lucky strikers….&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;You are a family with five members, right&lt;/em&gt;?”tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Yeap, as you see&lt;/em&gt;!” balasku (udah itung tiketnya juga, kan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;I’m sorry but I can only find four names in the system.....&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hwaladalah….apa pula ini bah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…..&lt;em&gt;Amanda Zulfadhila is not there. But do not worry about it. I’ll see what I can do. In the mean time, you can move this baby trolley to that bulky luggage counter with these baggage coupons, and come back to me afterwards&lt;/em&gt;” kata petugas itu lagi, seraya mengangkat gagang telpon dan langsung menelpon supervisornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis menitipkan trolley Dinda ( pinjaman ding, dari Alza), sesuai perintah gue langsung balik lagi buat siap2 perang mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;em&gt;Now, tell me the news….&lt;/em&gt;” kata gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;em&gt;You’re again lucky. She will also be on board like others ….&lt;/em&gt;” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yeee...terang aja bung! Kalo Lala nggak kebagian boarding kita semua juga nggak bakalan naik pesawat dan ninggalin dia sendirian kan?) sungut gue dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“No…YOU are lucky, that you could find her a place on board. Otherwise we will not stop this quarrel so easily&lt;/em&gt;” kata gue namun masih menjaga volume suara. Sok jaim…aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tapi asyik aja kali ya, kalo betul kejadian ada pertunjukan dark skinny marahin bule di negerinya sendiri, di depan teman-teminnya sendiri…hehehe. Emang lagi untung aja die…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejam kemudian kami semua sudah siap duduk manis di seat masing-masing (8 A,B, C dan 9D), kecuali Dinda yang masih pengen mondar-mandir di sepanjang &lt;em&gt;alley&lt;/em&gt; pesawat. Kalo nggak diancam dan disogok cokelat plus mainan dari pramugari, mungkin doi nggak bakalan tunduk dan takluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinggg….lampu tanda sabuk pengaman padam. Lala ama Aan langsung sibuk mengeluarkan mainan elektronik masing2. Dinda terlihat sudah mengembara di alam mimpi sambil asyik mengemut botol dotnya. Pramugari cantik dengan sigap langsung mengeluarkan isi food trolley dan menawarkan minuman pada para penumpang. Tapi eittsss tunggu dulu, untuk ekonomi jangan berharap banyak ya… nggak ada pilihan mo makan apa. Itu cuma buat kelas bisnis saja. Buat kelas ekonomi, adanya setangkup roti diselipin keju plus bonus cokelat batangan. Hukum pemasaran seperti biasanya pun berlaku, harga menunjukkan mutu ataw…&lt;em&gt;Cheap flyer, cheap meal&lt;/em&gt;….ataw harga tiket lu murah berarti lu juga m…..n. Ah yang terakhir ini nggaklah. Kan pake uang sendiri ini, bukan uang rakyat... :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di CDG Airport, waktu sudah menunjukkan pukul 13.10. Arsitektur bandara yang masih dalam proses renovasi (sejak 2 tahun lalu?) kelihatan tidak terlalu memberi kesan wah. Lorong seperti pipa yang dilalui setelah turun dari pesawat cenderung bikin bingung penumpang untuk mencari jalan menuju arrival hall dan baggage claim. Tanpa plang petunjuk, atau kalo lagi puyeng bin lemot karena masih &lt;em&gt;jetlag&lt;/em&gt;, saya ragu apakah seseorang bisa menemukannya dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat kalo Paris terkenal dengan aksi mogoknya, rada kuatir juga kalo sampai kejadian. Untungnya, kekhawatiran itu tidak terbukti. Kebayang kalo harus liburan tanpa bagasi..... &lt;em&gt;Uppsss...not in my dictionary&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pengumuman.....Pengumuman.....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Para pekerja bandara CDG Paris dan yang terkait dangan segala kegiatannya....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Harap diperhatiken dan dicamken (he...he...jadi ingat seseorang nih...)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;NO STRIKE FROM TODAY ON UNTIL 08 NOV!!!.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bos Arman ama rombongan mo datang saat itu. Nggak usah pake acara seremoni segala dengan karpet merah untuk penyambutan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cukup dengan nggak mogok aja. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesudah tanggal tersebut diatas, kalo mo mogok kerja, terserah... :-)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis ngambil barang dan semuanya komplet jumlahnya, rombongan ‘pramuka’ ini langsung naik lift menuju ke Terminal 1 Departure, tepatnya pintu no. 22 tempat bus &lt;strong&gt;VEA Navette Shuttle&lt;/strong&gt; nangkring. Bus dengan jadwal antar jemput ke dan dari Disney Hotels setiap 30 menit ini tak lama kemudian datang. Supir bus berperawakan kekar berkulit hitam turun membantu membukakan pintu bagasi. Dinda langsung ketawa genit ditawari balon gas berwujud kepala Minnie sesaat sebelum menaiki bus. Bus lalu meluncur dan berkeliling ke beberapa terminal point untuk menjemput para penumpang lain yang punya hajatan sama sebelum meluncur ke Disney Resort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak ke resort di wilayah Marne-la-Valley itu ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Menurut data statistik, resort dengan luas sekitar 1943 hektar ini rata-rata dikunjungi sekitar 15 juta penggemarnya sejak dibuka tanggal 12 April 1992. Jadi penasaran sekaligus excited kalo kami mungkin berada di range pengunjung ke 210 juta sekian. Kalo pake mode maksa ‘on’, berarti pengunjung Disney Paris ini sudah hampir sama dengan jumlah seluruh penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wow….can you imagine that!!!!!! How much incentive they have got for their country from only one fun resort. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taruhlah satu orang turis ngasih keuntungan €10 (ini kayaknya model turis irit abis yang nggak beli accessories sama sekali) berarti setahun mereka dapat €150 jeti. Coba kita bikin satu aja di Indonesia. Atau, …..Dufan dibikin se 'wah' ini. Atau…. Cukkuuupppppp!!!!!. Mikirin ini semua bikin otak puyeng, hati jadi sirik, nasionalisme terluka (bah!). Mending have fun aja, kan lagi liburan…… Gue mo temenin anak-anak mandi di kolam renangnya &lt;A HREF="http://www.benotel.com/france/eurodisney/explorers/index.htm"&gt;&lt;strong&gt;Hotel Explorer &lt;/strong&gt;&lt;/A&gt; yang punya luncuran ala Secret Lagoon berbentuk kepala naga dengan panjang jelajah dari puncak hingga nyemplung ke air sekitar 30 detik. Plunggggg.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-116472829170028615?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/116472829170028615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=116472829170028615' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116472829170028615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116472829170028615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2006/11/disneyland-paris-part-one-pernah.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-116194899739190786</id><published>2006-10-27T13:29:00.000+02:00</published><updated>2006-10-27T13:48:38.226+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;SUDAH SIAPKAH KITA?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH telah mengingatkan kita bahwa kematian adalah kemestian yang akan dihadapi oleh tiap yang berjiwa. (Q.S Ali Imran:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ada seseorang yang selama hidupnya beramal dengan amalan ahli surga tapi ia mengakhirinya dengan amalan ahli neraka. Ada pula seseorang yang mengerjakan amalan ahli neraka dalam hidupnya, akan tetapi ia mengakhirinya dengan amalan ahli surga. (H.R Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta bawah tanah (U Bahn) jurusan Laimer Platz baru saja meninggalkan stasiun kereta Neuperlach Sud. Aku yang kali ini agak lambat tiba di stasiun karena terpaksa menyelesaikan laporan bulanan, harus kebagian gerbong pertama yang notabene sering kelebihan penghuni. Aku bilang terpaksa, soalnya bule yang biasanya kebagian tugas untuk satu ini tiba-tiba saja minta cuti sejak kemarin berhubung ada keperluan penting terkait rumah yang sedang dibangunnya, dan sialnya tanpa minta persetujuanku langsung menunjukku sebagai caretaker tugasnya selama doi cuti. Aku segera mengambil posisi duduk di kursi yang masih tersisa, di depan jejeran kursi bertanda khusus (tanda plus- + - besar ) yang biasanya disediakan untuk penumpang berusia lanjut. Kalau tidak berada dalam situasi seperti ini, aku biasanya selalu memilih gerbong terbelakang yang paling strategis untuk penyambungan kereta berikutnya di Odeonsplatz, dan seringkali tiba 2 atau tiga menit sebelum jadwal berangkat kereta dengan berpatokan pada jadwal yang kuundah (hmmm….kata temanku Donnie ini bahasa Indonesia untuk download) dari internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depanku duduk seorang bapak berkumis berusia lanjut, kutaksir mungkin sekitar enampuluhan. Ibarat film dokumenter, tanpa bisa kutahan, pikiranku tiba-tiba saja melayang kembali mengingat kenangan tentang bapakku sendiri. Bayangan bapakku berkelebat. Fragmen-fragmen yang sempat terekam lekat di ingatan kembali menyeruak satu demi satu hadir tersusun bagai slide.Bapak yang senantiasa berusaha menunaikan shalat tahajud meski kadang harus duduk diatas kursi, yang akan terkekeh-kekeh bila saya menggoda gigi ompongnya, yang kelihatan sangat bergembira saat saya membelikan tongkat dan sandal khusus saat telapak kakinya membengkak, yang masih tetap berusaha mengelap mobil sedan Toyotanya meski itu tak pernah dikemudikannya lagi beberapa tahun belakangan. Ia yang seringkali mengingatkan agar shalatku tak putus dan senantiasa rajin berbuat kebajikan itu telah pergi Nelangsanya, adalah bahwa saya selalu merasa belum berbuat cukup untuk membahagiakan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yangpaling tertanam di benak adalah bahwa menjelang kepergiannya, ada beberapa kejadian yang mungkin adalah firasat atau petunjuk atau apapun istilahnya mestinya kami semua sadari adalah isyarat sebelum kepergiannya merengkuh ajal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Man…., nanti kalau bapak meninggal, bapak ingin dimakamkan di bukit itu, berdampingan dengan kakek dan nenekmu“ kata bapakku beberapa tahun silam seraya menunjuk ke arah bukit di sisi kiri mobil saat kami sedang dalam perjalanan menuju ke Sinjai yang berjarak sekitar 255 km dari Makassar ibukota propinsi Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku saat itu langsung saja mengiyakan tanpa berminat melanjutkan percakapan tersebut. Ndak ngeh atau memang karena nggak lagi dalam mode on yang poll. Dalam perjalanan panjang, aku memang sering memilih tidur atau tepatnya memaksa mata ini tertutup untuk sekedar mengurangi rasa bosan dan mual yang tanpa ba bi bu sering muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, persisnya di bulan Mei lalu saat masih bertugas di Dubai, tiba-tiba saja bapakku kepingin kami semua berkumpul. Aku yang memang masih punya jatah cuti tahunan sebelum dipindah ke Munich langsung minta approval untuk cuti dan pesan tiket dari travel agent yang punya rate khusus buat perusahaan ini, dan beberapa hari kemudian langsung terbang ke Makassar via Jakarta. Kakakku yang menikah dengan gadis Solo dan tinggal disana juga dipanggil balik ke Makassar. Alasan beliau katanya kangen dan ingin melihat cucu-cucunya ngumpul bareng. Rumah dan pagar disuruh cat ama tukang becak langganan kami, pekarangan rumah dirapikan seolah ingin menyambut tamu agung saja layaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari reuni itu, tepatnya hari Ahad tanggal 09 April 2006 Bapak, Ibu, tiga anak-anaknya bersama cucu-cucunya yang berjumlah delapan orang akhirnya berkumpul. Keluarga besar kami yang tinggal di Makassar dan sekitarnya turut diundang untuk makan siang bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapakku entah mendapat kekuatan darimana tiba-tiba kelihatan bugar saat itu. Penyakit asam urat langganan beliau setahun ini yang kerap datang mengganggu dan ditandai dengan membengkaknya kaki kanan dan kiri seolah hilang saat itu. Bahkan sebelumnya beliau bela-belain mesan kambing untuk dikari dan minta khusus otaknya buat dia saja. Phiuhhh kantong kolesterol banget kan? Cucu-cucunya yang berlarian kesana kemari - yang biasanya bakalan kena semprot kalo ribut-, kali ini bagai bebas tanpa kendali. Ia bahkan melarang kami untuk melarang pasukan kecil itu ribut. “Biarkan saja…, nanti juga bakalan capek sendiri”, begitu katanya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika duduk-duduk di depan rumah saat habis mengantarkan oleh-oleh baju kaos bertuliskan Dubai pesanannya sambil minum teh kesukaannya, dia memberi penuturan seolah-olah sudah memberi “porsi” kami masing-masing. Man, kamu nanti bakalan dapat ini, si Yos ambil yang itu, dan yang itu adalah untuk si Irma…. Aku yang saat itu mendengarkannya langsung cuma tersenyum-senyum sendiri, karena menyangka itu hanya percakapan sambil lalu saja yang keluar dari mulut Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat sekali pada hari itu tanggal 10 April 2006, saat dalam perjalanan pulang dari acara pernikahan kemenakanku (anaknya kakak sepupu pertama dalam keluarga besar kami), aku mendapat telpon dari ibuku, minta tolong untuk mengantar ayah ke dokter ahli langganannya. Sudah menjelang malam, saat aku selesai menebus obat untuknya di apotek dan kemudian mengantarkannya pulang ke rumah untuk beristirahat. Selanjutnya, kembali Ibu menelponku dua hari kemudian untuk datang kembali, kali ini untuk mengantarkannya ke rumah sakit, karena bapakku merasakan sakit sekali di bagian perut dan dadanya selepas shalat Subuh setelah mengantar kakakku beserta keluarganya yang pamitan untuk pulang ke Solo. Pakaian beliau sudah dikepak saat aku tiba disana. Mie Titi yang dipesannya kemarin masih belum disentuhnya sejak siang tadi. Kondisi Bapakku memang kelihatan sudah drop sekali saat itu. Obat dari dokter yang lalu pun masih belum separuhnya dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RSWS (Rumah Sakit Wachidin Sudirohusodo :-) pada malam itu kelihatan ramai seperti biasa, layaknya rumah sakit pemerintah lainnya di tanah air. Kereta dorong pasien segera menjemput didepan UGD untuk membawa bapak ke bangsal untuk menunggu pemeriksaan dari dokter jaga malam itu. “Tensi darahnya diambil, dan air seninya menyusul kalau ia buang kecil nantinya”, kata salah seorang anak Co-Assistant (betul begini tulisannya?) malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan awal memang sudah cukup mengejutkan kami pihak keluarga, karena beliau ternyata mengidap penyakit komplikasi ginjal dan sekaligus jantung, penyakit yang selama ini tak pernah kami duga diidapnya karena beliau sendiri tidak pernah mengeluhkannya. Memang pernah operasi usus turun berpuluh tahun lalu, tapi sejak itu tak pernah dikeluhkannya lagi. Penyakit asam urat yang selama ini sering datang malah tak dideteksi sama sekali oleh dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat kasihan sekali melihatnya meminta obat penghilang rasa sakit sejenis aspirin, namun tidak dapat kami kabulkan karena setiap obat yang dikonsumsinya sejak masuk rumah sakit haruslah obat yang direkomendasikan oleh dokter, dan Aspirin jelas-jelas tidak termasuk diantaranya. Belum lagi suasana bangsal yang kurang mendukung karena cukup banyak pasien yang harus menginap juga disitu. Jatah kamar pun belum ada lagi karena semua ruang VIP ternyata full untuk malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terasa sangat lambat berjalan. Rintihan Bapak makin lamat tertelan oleh malam. Rasa sakit yang dirasakannya hanya bisa sedikit dikurangi oleh tidur yang aku yakin tidak sepenuhnya bisa dia nikmati. Aku baru bisa pulang ke rumah jam 03.00 dinihari untuk beristirahat sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam sepuluh pagi kami segera bergegas kembali ke rumah sakit karena ada kabar kalau bapak sekarang harus dibantu pernapasan. Duarrrr….. pertanda apa pula ini. Tiba dirumah sakit sudah kelihatan banyak kerabat yang berkumpul. Baru sekarang aku berusaha memupuk semangat ketabahan untuk meyakini bahwa saat itu mungkin tak lama lagi akan tiba baginya. Tiap orang akan memang akan pergi, tapi membayangkan kalau orang itu adalah orang yang dekat dihati kita sangatlah menyesakkan dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit sebelum menjelang kepergiannya, Bapak terlihat berusaha melepaskan alat bantu pernapasannya. Kami berusaha memasangkan kembali, tetapi tetap juga dilepaskannya. Akhirnya kami semua yakin bahwa inilah saatnya. Alat itu kemudian kami lepaskan. Alat monitor jantung yang tadinya sudah dipasangkan ikut dilepaskan oleh dokter. Paman (adik bungsu Bapakku) kemudian berinisiatif menuntun bapak melafalkan kalimah syahadat berulangkali. Entah pada hitungan keberapa kali, akhirnya kemudian beliau pergi. Pria kelahiran Kajuara, Bone 06 Nov 1939 lalu akhirnya berpulang ke rahmatullah di Makassar, 13 April 2006 saat matahari hampir tepat berada di ubun-ubun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;em&gt;Selamat berpulang kepada-Nya, Bapakku sayang… &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semoga diterima semua amal ibadah, diampuni dosa-dosa yang ada. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sampai bertemu kembali, saat kita dibangkitkan, dan bersaksi tentang diri kita &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;em&gt;di padang Masyhar kelak&lt;br /&gt;Wajah tenang dengan ekspresi teduhmu memberi harapan bagi kami&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Insyaallah engkau pergi dengan husnul khatimah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amieenn …&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tangis yang kami tadi tertahan akhirnya pecah juga. Hebatnya, ibuku tampak diam dan kelihatan sangat tenang melalui satu babak perjalanan kehidupannya ini. Suami yang mendampinginya selama hampir 38 tahun perkawinan mereka dilepaskannya dengan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingat kejadian diatas, rasa sedíh itu masíh sering menyergap kembali. Namun aku sadar bahwa Ia adalah Maha Penentu atas segalanya. Apa yang dikehendaki-Nya maka itu pulalah terjadi. Hidup dan mati makhkluk seru sekalian alam adalah ditangan-Nya. Kita semua tinggal menunggu giliran akan tibanya saat itu. Mungkin besok, lusa, minggu depan, bulan depan, entah kapan kita tak akan pernah tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang pasti adalah bahwa kita sudah harus siap manakala waktu itu tiba. Masalahnya sekarang adalah : &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;SUDAH SIAPKAH KITA?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-116194899739190786?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/116194899739190786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=116194899739190786' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116194899739190786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116194899739190786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2006/10/sudah-siapkah-kita-tiap-tiap-yang.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-116125354410546926</id><published>2006-10-19T12:21:00.000+02:00</published><updated>2006-10-20T11:52:42.636+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;BukPus plus Tarkel&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa bulan Ramadhan 1427 H kali ini akhirnya merupakan kesempatan bagi saya berpuasa bersama keluarga kembali setelah boyongan ke Jerman saat Juli lalu, tepatnya di pusat ibukota Negara bagian Bayern bernama Munich. Puasa tahun lalu dan dua tahun lalu harus saya habiskan sendirian (baca: pacce abis! ) di Dubai – UAE. Eh nggak ding, ama Dedi. Sorry ya Ded...:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas muslim di antara pemegang paspor Indonesia (yang ini ada 300an sesuai data Bundesapmt Poccistrasse – Munich) yang bermukim di Munich cukup banyak. Sebagaimana di negara-negara lain, mereka utamanya adalah pelajar Indonesia yang melanjutkan studi demi meraih gelar S2-S3. Sisanya barulah orang-orang yang bekerja, on job training, dan mereka yang menikah dengan bule Jerman namun tetap memegang kewarganegaraan Indonesia. Komunitas muslim lainnya di Munich masih didominasi oleh orang Turki yang bermukim disini atau yang sudah menjadi warganegara Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan ini, kegiatan Islami rutin yang diadakan oleh kelompok-kelompok pengajian diantara mereka tentu saja tetap dilakukan, bahkan cenderung lebih intensif. Kelompok pengajian Café yang terdiri dari para bujang dan eks bujang mengambil kapling di hari Jum’at setiap minggunya. Belum lagi ‘bukpus’ (baca: buka puasa) dan ‘tarkel’ (tarawih keliling) yang sering dilakukan dirumah para anggota Café maupun anggota Swadaya (yang ini lebih bersifat nasionalis karena menjaring semua kelompok tanpa memandang SARA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana di negara lainnya yang berpopulasi mayoritas non Muslim, otomatis bulan puasa di Jerman adalah sama saja dengan sebelas bulan lainnya. Kalo di Dubai, atau di Indonesia kantor-kantor pemerintah dan swasta biasanya melambatkan jam masuk dan memajukan jam pulang pegawai atau karyawannya, maka hal itu tidak berlaku disini. Titik… :-( Semua sama seperti biasanya, tidak lebih, apalagi kurang. Senin sampai Jum’at, jam masuk tetap 08.00 teng, pulangnya 17.00. Waktu istirahat dari jam 12.00 hingga 13.00 yang tidak ‘terpakai’ tidak terhitung sebagai pengurang jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal puasa, waktu imsak dimulai sekitar jam 05.20 dan waktu berbuka akan jatuh sekitar pukul 19.00, namun di akhir-akhir puasa, waktu imsak malah jadi pukul 06.00 dan waktu berbuka maju hingga pukul 18.20…Lumayan…Thank God, dapat waktu puasa disini dengan jadwal yang hampir bertepatan dengan musim dingin, yang notabene siangnya lebih pendek dari malamnya. Pengalaman puasa di tahun 1998 lalu saat training kesini selama 2 bulan (Nov/Dec), waktu imsaknya malah jam 07.00 dan berbuka pukul 16.00…hemmm. Eitsssss jangan sirik dulu. Soalnya meskipun waktu puasa disini lebih singkat, namun cuaca dingin ini tetap saja lebih banyak menarik kalor dari tubuh kita dibanding saat berpuasa dengan cuaca yang ‘wajar’ seperti di Indonesia. Jadi, kesimpulannya, Tuhan memang Maha Adil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Ramadhan saya sering mendapat tugas tambahan setelah pulang kantor dari Nyonya untuk berburu bahan ‘pabbuka’ di toko Asia. Kalo di Indonesia paling enak dapat tugas ini. Tinggal berlari ke pasar terdekat atau ke luar jalan, maka jajaran ibu-ibu penjaja penganan buka puasa siap menanti anda dengan berbagai penganan khas buka puasa. Es buah yang lengkap dengan cincau dan kolang kaling serta cendolnya adalah salahsatu menú andalan kami sekeluarga saat buka puasa di Indonesia. Nah kalo disini, bahan-bahan segar untuk membuat es buah sangat sulit didapat. Buah pepaya, kalaupun ada dalam bentuk kalengan. Itupun diimpor dari Thailand, dan bukannya dari Indonesia, sayang ya….&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Grass_jelly"&gt;&lt;em&gt;Cincau&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; sangat sulit didapat. Kolang kaling, bye…bye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada undangan buka puasa dari rekan Muslim lainnya di akhir pekan, barulah kita dapat kesempatan mencicipi masakan khas Indonesia yang dibuat oleh tuan rumah serta ibu-ibu yang menghadiri acara. Salahsatu yang pernah kami hadiri adalah undangan buka puasa yang diadakan oleh rekan Rachmady Iskandardinata, rekan sesama Siemens yang sudah dua tahun menetap di Munich bersama Mbak Niken istrinya dan Alza putranya semata wayang. Mengingat cuaca dingin sehingga harus dilakukan indoor dan tempat yang terbatas, undangan akhirnya disebar cuma untuk kawan terdekat saja, termasuk Mbak Lisa, rekan dari ex Siemens MKS yang bakalan tinggal setahun dalam rangka on job training, Pak Ridwan yang berdarah Enrekang yang bekerja di subcon EADS (perusahaan yang bergerak di bidang design dan perakitan pesawat terbang) dan sudah 5 tahun menetap di Munich datang bersama istrinya Tresna (pakar sambelnya Munich, asli pedes banget) dan dua putri mereka, dan Chris Hainsch, muallaf 7 tahun lalu kemudian menikahi Mbak Amik datang pula membawa kue bolu bersama dua putera mereka. Terakhir juga datang Mbak Farida yang lagi ‘isi’ ex warga Minasa Upa yang masih famili dengan tuan rumah yang kini tinggal di Munich bersama suaminya Mr. Falter dan Stephanie putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menu utama yang disajikan ‘cuma’ ayam goreng asam manis, capcay, dan daging sapi masak lapis (khas Jawa). Rasa coklat di tiramisu sebagai dessert malam itu terasa pas. Emmhh enak banget. Jempol satu bulat penuh buat kokinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak bisa dipungkiri, nuansa puasa di tanah air memang masih lebih dari segalanya. Rasa ‘uddani’ pada keluarga besar dan famili lainnya pasti tetap ada…hiks. Kesempatan untuk pulang cuti saat puasa untuk kemudian berlebaran di tanah air serasa anugrah terindah untuk saat ini. Mukul bedug takbiran, shalat Ied bersama, pulang-pulang sudah tersedia burasa’, komplit dengan nasu likku’,….wak, mo pulaaanggggggg.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-116125354410546926?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/116125354410546926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=116125354410546926' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116125354410546926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/116125354410546926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2006/10/bukpus-plus-tarkel-puasa-bulan.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-115926367415588066</id><published>2006-09-26T11:34:00.000+02:00</published><updated>2006-09-26T11:48:02.780+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Islam identik dengan kekerasan?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tudingan, makian ataupun bentuk 'gempuran' terhadap Islam makin terasa menjadi-jadi akhir-akhir ini. Yang paling gres adalah pernyataan 'kutipan' yang disampaikan Paus Benedictus XVI saat memberikan wejangan dihadapan pemeluk agama Katolik. Berikut adalah salah satu kutipan artikel menarik, yang mungkin bisa kita jadikan referensi .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Islam dan Jalan Pedang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosihon Anwar&lt;br /&gt;Dosen Pascasarjana dan Fakultas Ushuluddin UIN SunanGunung Djati Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, media banyak mewartakan protes parapemuka Muslim didunia,atas pernyataan Paus Benediktus XVI bahwa NabiMuhammad SAW menyebarkanIslam dengan kekerasan. Ini merupakan gambaran stigmatik sebagaian tokohBarat tentang Islam. Gambaran stigmatik serupa pernah menyeruak kepermukaan dalam kasus poster Nabi Muhammad SAW. Tentu saja harus ada upaya pelurusanterhadap kekeliruan-kekeliruan ini. Benarkah Islam disebarkan dengan pedang? Tanpa pedang Islam sesungguhnya disebarkan dengan dakwah, bukan dengan pedang. Perhatikan argumentasi historis berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pertama, ketika berada di Makkah untukmemulai dakwahnya, Nabi tidak disertai senjata dan harta. Kendati demikian, banyak pemuka Makkah seperti Abu Bakar, Utsman, Sa'ad ibn Waqqas, Zubair, Talhah,Umar bin Khattab, dan Hamzah yang masuk Islam. Berkaitan dengan ini, Ustadz Al Aqqad, dalam buku 'Abqariyyah Muhammad, mengatakanbahwa banyak orang Makkah masuk Islam bukan karena tunduk kepada senjata. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kedua, ketika Nabi dan para pengikutnya mendapat tekanan yang sangat berat dari kafir Quraisy, penduduk Madinah banyak yang masukIslam dan mengundang Nabi serta pengikutnya hijrah ke Madinah. Mungkinkah Islam tersebar di Madinah dengan senjata? &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketiga, pasukan Salib datang ke Timur ketika Khalifah Bani Abbas berada dalam masa kemunduran. Tak diduga, banyak anggota pasukan Salib tertarik kepada Islam dan kemudian menggabungkan diri dengan pasukan Salib lainnya. Thomas Arnold, dalam Al Da'wah ila Al Islam, menyebutkan bahwa mereka masukIslam setelah melihat kepahlawanan Salahuddin sebagai cerminan ajaranIslam. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keempat, pada abad VII H (XIII M) pasukan Mongol dibawah pimpinan Hulagu memporak-porandakan Baghdad, ibu kota Khilafah Abbasiyah, beserta peradaban yang dimiliki Islam. Mereka menghancurkan masjid-masjid, membakar kitab-kitab, membunuh para ulama, dan serentetan perbuatan sadis lainnya. Tahun 1258 merupakan lonceng kematian bagi khilafah Abbasiyah. Akan tetapi, sungguh mencengangkan bahwa di antara orang-orangMongol sendiri yang menghancurkan pemerintahan Islam ternyata banyak yang memeluk Islam. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kelima, sejarah menjelaskan bahwa masa terpenting Islam adalah masa damai ketika diadakan perjanjian Hudaibiyah antara orang-orang Quraisy dan Muslimin yang berlangsung selama dua tahun. Para sejarawan pun mengatakan bahwa orang yang masuk Islam pada masa itu lebih banyak dibanding masa sesudahnya. Ini menunjukkan bahwa penyebaran Islam banyak terjadi pada masa damai bukan masa peperangan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keenam, tidak ada kaitan antara penyebaran Islam dan peperangan yang terjadi antara Muslimin dan Persia serta Romawi. Ketika peperangan antara mereka berkecamuk dan orang-orang Islam memperoleh kemenangan kemudian peperangan berhenti, pada saat itu para dai menjelaskan bangunan,dasar, dan filsafahIslam. Dakwah Islam itu yang kemudian menyebabkan orang-orang non-Islam--terutama mereka yang tertindas oleh penguasa-- masukIslam. Fage Roland Oliver, dalam bukunya A Short History ofAfrica, menjelaskan bahwa Islam tersebar di Afrika justru ketika daulah-daulah Islam di sana telah runtuh. Islam tersebar di sana melalui peradaban, pemikiran, dan dakwah Islamiyah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketujuh, Islam tersebar luas di Indonesia, Malaysia,dan Afrika lewat orang-orang dari Hadramaut yang tidak didukung oleh harta dan penguasa, dan atau Islam diajarkan oleh orang-orang Indonesia yang berwatakkan Islam dalam kefakiran. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kedelapan, peneliti dunia Islam Jerman, Ilse Lictenstadter, dalam Islam and the Modern Age, mengatakan bahwa pilihan yang diberikan kepada Persia dan Romawi bukanlah antara Islam dan pedang,tetapi antaraIslam dan jizyah (pembayaran pajak). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Motivasi Perang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa sejarah Islam diwarnai dengan peperangan merupakan fakta yang tidak dapat dibantah. Bila Islam disebarkan dengan dakwah, lalu kenapa terjadi peperangan? Di antara motivasi peperangan dalam sejarah Islam adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama, mempertahankan jiwa raga.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disebutkan dalam sejarah, sebelum hijrah orang-orang Islam belum diizinkan untuk berperang. Padahal umat Islam memperoleh berbagai siksaan dan tekanan dari kafir Quraisy. Ammar, Bilal, Yasir, dan Abu Bakar adalah diantara mereka yang mendapat perlakuan keras itu. Ketika perlakuan kafir Quraisy semakin keras dan umatIslam meminta izin kepada Nabi untuk berperang, Nabi belum juga mengizinkan karena belum ada perintah dari Allah SWT. Namun, ketika Nabi beserta pengikutnya hijrah keMadinah dan kafir Quraisy bertekad untuk membebaskan kota itu dari Islam,maka Allah SWT akhirnya --karena demi membela diri orang-orang Islam sendiri-- mengizinkan mereka berperang (QS Al Hajj[22]:37). Namun izin itu dikeluarkan dengan beberapa persyaratan seperti demi jalan Allah SWT, bukan demi harta atau prestise, mempertahankan diri, dan tidak berlebihan (QSAl-Baqarah [2]:190). Data historis yang dapat dikemukakan berkaitan dengan hal di atas adalahpenyebaran Islam ke Habsyi, sebuah kota yang tidakbegitu jauh dari jazirahArab dan kota yang pernah menjadi tujuan hijrah Nabi. Orang-orang Islam tidak pernah memerangi kota itu karena tidak mengancam keselamatan mereka. Bila penyebaran Islam dengan kekuatan, tentunya orang-orang Islam sudah menghancurkan kota itu. Seperti diketahui, umat Islam saat itu sudah memiliki angkatan laut yang cukup kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua, melindungi dakwah dan orang-orang lemah yanghendak memeluk Islam.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui bahwa dakwah Nabi memperoleh tantangan keras dari kafirQuraisy Makkah. Mereka menempuh jalan apa saja untukmenghalanginya (QSal-Fath [48]:25). Banyak penduduk Makkah dan Arab lainnya bermaksud memelukIslam, tetapi mereka takut terhadap ancaman itu. Allah lalu mengizinkanRasul-Nya beserta pengikutnya untuk melindungi dakwahdengan cara berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga, mempertahankan umat Islam dari serangan pasukan Persia dan Romawi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan dakwah Nabi dalam menyatukan kabilah-kabilah Arab di bawah bendera Islam ternyata dianggap ancaman oleh penguasaPersia dan Romawi--dua adikuasa saat itu. Itu sebabnya, mereka mengumumkan perang dengan umatIslam. Tahun 629 M Nabi mengutus satu kelompok berjumlah 15 orang ke perbatasanTimur Ardan untuk berdakwah, tetapi semuanya dibunuh atas perintah penguasa Romawi. Pada tahun 627 M Farwah bin Umar Al Judzami, gubernur Romawi di Amman, memeluk Islam. Untuk itu, ia mengutus Mas'ud bin Sa'ad Al Judzami menghadap Nabi untuk menyampaikan hadiah. Ketika berita itu sampai ketelinga 49 orang-orang Romawi, mereka memaksa Farwah untuk keluar dariIslam, tetapi paksaan itu ditolaknya. Akibatnya, ia dipenjara dan akhirnya disalib. Atas alasan itu dan demi melindungi umatIslam dari serangan-serangan Romawi dan Persia berikutnya, Nabi kemudian mengumumkan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian tersebut, tidak ada satu ayat pun atau satu kejadian pun dalam sejarah permulaan Islam yang mengisyaratkanbahwa Islam disebarkandengan peperangan (senjata). Peperangan yang terjadi hanyalah karenaterpaksa untuk membela diri, melindungi dakwah dan kebebasan beragama,serta melindungi umat Islam dari serangan Romawi dan Persia. Ikhtisar - Pernyataan Islam disebarkan dengan pedang adalah stigma yang dibuat Barat terhadap Islam.- Sejarah menunjukkan bahwa Islam selalu disebarkan lewat jalan dakwah,pemikiran, dan kesantunan.- Keterlibatan umat Islam dalam perang, selalu didorong oleh motivasi membela diri di jalan Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-115926367415588066?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/115926367415588066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=115926367415588066' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/115926367415588066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/115926367415588066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2006/09/islam-identik-dengan-kekerasan.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34994969.post-115919466157702461</id><published>2006-09-25T16:05:00.000+02:00</published><updated>2006-09-25T16:31:01.586+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Tulisan Rintisan pertama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm. Tulisan rintisan pertama? Apa nih maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan rintisan pertama ini gue maksudkan sebagai tulisan pertama gue yang diposting ke dalam blog gue. Meskipun nggak jelas topiknya (seperti kebanyakan blog2 yang pernah gue sengaja atau tidak sengaja kunjungi), tapi tetap aja namanya tulisan, sebab terdiri dari kombinasi huruf, kata, dan kalimat dan gue harapkan bisa terus gue lanjutkan setelah dirintis pertama kalinya, terhitung mulai tanggal hari ini 25 September 2006 pukul 16.01 (biar keliatan orisinil, harus sampai ke detik2nya juga dong!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip dari Wikipedia, tulisan rintisan itu adalah:&lt;br /&gt;tulisan pendek (satu kalimat hingga dua paragraf) yang diharapkan dapat merintis jalan bagi terbentuknya artikel yang utuh.... sengaja gue putus sampe disini aja definisinya, takut jadi terlalu ilmiah kesannya :-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan rintisan itu bisa disambung lagi kapan saja, kalo tambahan ide muncul lagi.....gitu lo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok baru kepikiran sekarang buka blog, ya? Nggak tau aja, hari ini gw liat teman gw surfing di dunia maya, dan dengan bangga memperkenalkan situs pribadinya (selanjutnya baca blog). Gw coba buka blognya, dan ternyata postingannya doi OK juga. Kayak diari gitu deh, tapi bedanya ini 'dipublish' buat orang lain biar bisa ikut dibaca oleh orang lain, terus diberi komentar. Hmmm tambah penasaran nih. Gimana, ya, kalo gw bikin sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah gw tanya gimana caranya create blog, website tempat kita bisa bikin blog, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan udah ditangan, gw mulai 'sign up account' dan Create blog sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya ya, seperti yang kalian baca ini. Ini adalah blog (pertama?) gw. Meskipun 'template'nya masih make yang tersedia di blogger, tapi gw cukup bangga, at least for the time being. Paling tidak gw udah bisa bilang...hari gini, nggak punya blog sendiri... gaul dong :-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34994969-115919466157702461?l=armansaleh73.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armansaleh73.blogspot.com/feeds/115919466157702461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34994969&amp;postID=115919466157702461' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/115919466157702461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34994969/posts/default/115919466157702461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armansaleh73.blogspot.com/2006/09/tulisan-rintisan-pertama.html' title=''/><author><name>arman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09422531835998043957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8173/3884/1600/Picture%20093a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
